Artikel terbaru

<< >>

Kongkow-kongkow bersama TDA Bekasi

Tanggal 12-Mei-2012 bertempat di kediaman pak barra di sekitaran bekasi timur, diadakan kumpul-kumpul member TDA Bekasi yang diselingi dengan sharing dari owner ayam lepass bp M Haris SE yang juga sekretaris HIPMI Bekasi Dari pemaparan pak haris dan juga dari pemutaran video tentang orang-orang yang tanpa fisik lengkap ternyata bisa melakukan aktifitas olahraga seperti layaknya [...]

Share

Magang dagang sejak kecil

Salah satu materi pelajaran kelas XI di SMK adalah magang yang dilaksanakan selama 3 bulan lalu dilanjutkan dengan pembuatan laporan-laporan Tetapi berdasar yang saya rasakan dari murid-murid saya yang magang dan juga anak SMK yang pernah magang di kantor saya, kelihatannya hasilnya kurang maksimal Mereka kebanyakan magangnya adalah melakukan pekerjaan rutin seperti pegawai yang lainnya, [...]

Share

Bisnis jalan owner jalan-jalan tidak berlaku bagi Dahlan Iskan

Saat ini saya sedang membaca buku Dahlan iskan (DI) yang berjudul “Dua tangis ribuan tawa” yang berisikan kumpulan CEO notes yang pernah dituliskan oleh DI untuk internal PLN pada awalnya tetapi akhirnya bisa di akses juga oleh semua orang Hampir semua CEO notes bercerita tentang perjalanan DI keliling ke semua cabang bahkan sampai ke gardu-gardu [...]

Share

Cara interview karyawan yang efektif

Pernahkah Anda kecewa dengan karyawan yang baru masuk di perusahaan Anda? Pada saat interview begitu mengagumkan, tapi setelah bekerja beberapa waktu ternyata sikap dan tindakannya mengecewakan, tidak seindah pada saat wawancara. Saya pun pernah mengalami hal tersebut. Ingin tahu bagaimana bagaimana agar tidak terulang hal yang sama? Saya coba sharingkan tip-tip praktis yang sudah saya [...]

Share

Kongkow-kongkow bersama TDA Bekasi

Tanggal 12-Mei-2012 bertempat di kediaman pak barra di sekitaran bekasi timur, diadakan kumpul-kumpul member TDA Bekasi yang diselingi dengan sharing dari owner ayam lepass bp M Haris SE yang juga sekretaris HIPMI Bekasi

Dari pemaparan pak haris dan juga dari pemutaran video tentang orang-orang yang tanpa fisik lengkap ternyata bisa melakukan aktifitas olahraga seperti layaknya orang normal, membuat saya harus memfokuskan sejenak ke layar projector

Ada yang hanya berkaki 1 dan tangan 1 ternyata bisa melompati galah dalam posisi salto bukan menyamping

Berenang hanya mengandalkan tangan tanpa kaki

Tuna netra berlomba lari putar lapangan dan masih banyak lagi

Semua kejadian diatas sangat membekas bagi saya karena tanpa kelengkapan fisikpun mereka masih berjuang keras untuk mewujudkan mimpi

Contoh di atas semakin membuat saya merasa belum melakukan apa-apa karena kelengkapan fisik yang saya punyai

Hal yang menarik lainnya adalah dengan tidak kenalnya saya dengan sebagian member yang hadir

Bagi saya hal ini juga menarik karena julukan 4L (loe lagi loe lagi) sudah mulai berkurang

Tetapi saya merasa “hambar” karena guyonannya jadi kurang seru, mungkin sama-sama saling jaga biar tidak tersinggung bagi yang di ledekin hehehe….

Kalau dengan “muka-muka lama” saya sudah akrab dan mau saling ledek apapun dijamin nggak akan sakit hati (kali hehehe) tetapi kalaupun tersinggung tinggal minta maaf aja sewaktu lebaran nanti

Semoga di pertemuan berikutnya 4L dan muka baru bisa bertemu biar tambah ngaco….

Salam sukses dunia akherat,

Share

Magang dagang sejak kecil

Salah satu materi pelajaran kelas XI di SMK adalah magang yang dilaksanakan selama 3 bulan lalu dilanjutkan dengan pembuatan laporan-laporan

Tetapi berdasar yang saya rasakan dari murid-murid saya yang magang dan juga anak SMK yang pernah magang di kantor saya, kelihatannya hasilnya kurang maksimal

Mereka kebanyakan magangnya adalah melakukan pekerjaan rutin seperti pegawai yang lainnya, sangat jarang yang membimbing mereka untuk bisa ber-wirausaha

Kalaupun ada pebisnis yang bisa membimbing itupun jumlahnya sangat sedikit dan belum tentu anak-anak magang itu mau diajari cara berbisnis karena berbisnis itu melelahkan (ini serius dan gak pakai tanda “”)

Saya ingat waktu dulu sekolah di surabaya sering disuruh beli bahan sepatu dan waktu itu malunya bukan main padahal sebetulnya juga harus malu sama siapa karena memang nggak ada yang kenal saya

Tetapi ternyata efeknya terasa setelah beberapa tahun kemudian, saya jadi berani ber-wirausaha walaupun dulu diajarinya juga tidak langsung oleh almarhum bapak saya

Untuk saat ini putra-putri saya (Galih dan Kayla) “dipaksa” harus ikut ngelapak karena saya percaya bahwa dengan ikut merasakan maka semua teori dagang akan langsung terserap secara otomatis

Hari ini galih saya “paksa” dari jam 6.30 pagi ikut jualan boneka di acara alumni SMA Boedi Oetomo di lapangan futsal di kelapa gading

Ini adalah hari kedua, untuk hari pertama galih tidak ikut karena badannya masuk angin

Acara jualan selesai pukul 17.00 tetapi saya harus melanjutkan ke Cibubur Junction untuk mengambil barang-barang yang dipakai bazar di sana selama 10 hari dan semua aktifitas ini berakhir sampai pukul 22.30 di rumah. Total hampir 17 jam aktifitas berjualan di luar

Selama seharian itu saya melihat raut muka galih sudah bete banget ngajak pulang karena acaranya membosankan bagi anak umur 10 tahun ditambah lagi disana tidak ada yang bisa dimainkan

Tetapi syukur masih bisa saya rayu dengan uang jajan biarpun harus over budget mengurangi margin penjualan

Saya yakin pelajaran tahan banting, tahan menghadapi tekanan, tahan mengatasi rasa jenuh akan lebih masuk di hati jika diajarkan secara langsung

Tanpa perlu memandang kelak di kemudian hari mau menjadi apa tetapi yang pasti pelajaran menghadapi berbagai macam situasi di alam nyata secara langsung pasti lebih “menancap” di alam pikiran anak-anak yang masih polos dibandingkan dengan anak-anak ABG yang lebih banyak lebay-nya di facebook

Bersyukurlah mereka yang sering ngelapak, bersyukurlah mereka yang mempunyai toko kios dll, bersyukurlah mereka yang sering melakukan aktifitas dagang bersama putra-putrinya karena dengan media itu maka materi wirausaha dan kemandirian bisa diajarkan sejak dini secara mudah

Salam sukses dunia akherat,

Share

Bisnis jalan owner jalan-jalan tidak berlaku bagi Dahlan Iskan

Saat ini saya sedang membaca buku Dahlan iskan (DI) yang berjudul “Dua tangis ribuan tawa” yang berisikan kumpulan CEO notes yang pernah dituliskan oleh DI untuk internal PLN pada awalnya tetapi akhirnya bisa di akses juga oleh semua orang

Hampir semua CEO notes bercerita tentang perjalanan DI keliling ke semua cabang bahkan sampai ke gardu-gardu kecil di seluruh Indonesia

Perjalanan lewat darat selama berjam-jam berhari-hari juga sering dijalaninya dalam kondisi DI sudah ganti ginjal dan harus selalu minum obat secara rutin atau dengan kata lain DI lagi sakit (saya kutip dari perkataan beliau langsung)

Melihat sepak terjang beliau selama memimpin PLN dan saat ini menjabat sebagai menteri yang hampir bisa dikatakan tidak pernah diam, tidak pernah bisa berhenti lama, lalu kira-kira jargon bisnis yang terkenal “Bisnis jalan owner jalan-jalan” apakah tidak berlaku bagai DI

Kenapa DI harus mau melakukan semuanya sendiri padahal DI seorang owner dari sebuah gurita bisnis media yang raksasa

Kadang-kadang saya tersenyum geli dengan beberapa orang yang selalu “mengangung-angungkan” kata-kata “bisnis jalan owner jalan-jalan” sebab kalau dibandingkan dengan DI masih terlalu jauh bisnisnya bahkan jauh banget bagaikan jurang Grand Canyon dengan langit ketujuh jauhnya

Banyak yang merasa sudah “mapan” sedikit lalu beberapa pekerjaan di delegasikan padahal alasan sesungguhnya adalah karena memang malas melakukannya apalagi pekerjaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan seperti komplain, sales, teknis, dll

Tetapi memang masing-masing orang mempunyai pilihan sendiri-sendiri dan itulah yang membuat dunia menjadi ceria

Asalkan sudah memahami resikonya dan siap menghadapi situasi yang akan terjadi maka jalan hidup seperti apapun akan menjadi benar

Dan yang jelas apapun pilihannya….., berbisnis dan sedekah tetap nomor 1

Salam sukses dunia akherat,

Share

Cara interview karyawan yang efektif

Pernahkah Anda kecewa dengan karyawan yang baru masuk di
perusahaan Anda?

Pada saat interview begitu mengagumkan, tapi setelah bekerja
beberapa waktu ternyata sikap dan tindakannya mengecewakan, tidak seindah pada
saat wawancara.

Saya pun pernah mengalami hal tersebut.

Ingin tahu bagaimana
bagaimana agar tidak terulang hal yang sama?

Saya coba sharingkan tip-tip
praktis yang sudah saya terapkan juga dan terbukti efektif.

Cara efektif interview calon karyawan yang saat ini dikenal
dengan istilah BEI (behavior even interview) adalah menanyakan beberapa point

kejadian dalam kehidupan yang pernah kandidat alamai.

Diharapkan dari jawaban
ini bisa menggambarkan attitude yang tersembunyi.

Beberapa pertanyaan praktis adalah sebagai berikut:

1. Coba ceritakan prestasi terbaik
selama bekerja?
2. Apa yang dipelajari dalam satu
bulan terakhir? mengapa anda pelajari hal tersebut?
3. Jelaskan sebuah peristiwa dimana Anda pernah konflik dengan rekan kerja?
4. ceritakan sebuah peristiwa dimana Anda memberikan kontribusi di perusahaan sebelumnya?
5. Jika mantan Bos Anda bertemu
dengan Saya hari ini, kira-kira dia akan menceritakan apa tentang kamu?
6. Apa Goal Anda 5 tahun kedepan? Dan jelaskan bagaimana cara Anda mencapainya?
7. Jelaskan kapan Anda terakhir  tidak Jujur?
8. Sejauh ini siapakah boss favoritmu? Mengapa?
9. Jenis  konsumen apa yang paling sulit ditangani? Bisa jelaskan?
10. jelaskan pekerjaan favoritmu?

Pada saat kandidat menjawab bisa diperhatikan hal-hal berikut ini:

- jawaban tersebut relevan tanpa keluar dari topik yang ditanyakan
- sikap positif terhadap pertanyaan tersebut, apakah menyalahkan orang lain
- Percaya diri dalam menjawab
- tampil asli bukan pura-pura

Jangan menanyakan hal ini

Apakah Anda saat ini termotivasi?
Apakah Anda bisa bekerja dalam
team?
Apakah Anda bisa bekerja di bawah
target?
 
Pertanyaan di atas sangat “klise” , Karena kita
pada umumnya tahu bahwa jawaban ketiga pertanyaan tersebut sudah bisa
ditebak…
 
Apakah cara diatas benar-benar efektif? Apa
salahnya kita coba dulu dan lihat hasilnya. Dan jika benar-benar bermanfaat
bisa kita jadikan SOP dalam bisnis kita.
 
tip yang lain ada di http://www.TeguhWibawanto.com

Salam Grow
 
Teguh Wibawanto
HYDRO penjernih air

follow @teguhhydro

Salam sukses dunia akherat,

Share

Faktor X = Corporate

Sebetulnya “faktor kali (X)” ini bukan barang baru bagi para pedagang lama karena secara otomatis memang faktor X ini yang dicari biarpun banyak yang tidak paham artinya

Tetapi bagi pemula ternyata faktor X ini jadi barang yang “menakjubkan”, saya tahu hal ini karena banyak ngobrol dengan pemula di dibidang wirausaha terutama di SMK tempat saya ngajar, follow tweeternya disini @sekolahbisnis jika ingin tahu segala informasinya

Seharusnya semua pebisnis harus tahu faktor X-nya ada dimana, seorang owner harus tahu mana yang bisnis kelas retail dan mana yang kelas “corporate” atau besar

Corporate inilah yang menurut versi saya disebut faktor X karena dengan sekali jualan sudah bisa dapat puluhan juta rupiah

Contoh, seorang pedagang makanan jika harus jual di pinggir jalan terus setiap hari maka yang didapat cuma capek aja tetapi kalau dia bisa ndeketin pemilik catering atau EO agar bisa sebagai supplier snack maka faktor X akan didapat, sekali order bisa jutaan dan bisa rutin setiap saat

Di PRAKOM, usaha saya yang bergerak di bidang penjualan segala macam alat perbankan dan printer, membagi kerjaan retail dan corporate berdasar besar pesanan dan rutinitas pesanan

Pekerjaan menjadi retail jika client pesannya hanya senilai ratusan ribu atau jutaan rupiah dalam periode tertentu

Client bisa menjadi faktor X besar (corporate) jika memang sudah “terbaca” nilainya dalam suatu periode dan lagi-lagi dibutuhkan sebuah pencatatan yang rapi dan detil

Setiap aktifitas retail atau corporate membutuhkan skill yang berbeda, trik dan caranya berbeda-beda tergantung skala bisnisnya

Tetapi yang jelas seorang owner harus tahu kapan waktunya dia bermain di kelas “corporate” dan kapan waktunya dia bermain di kelas retail

Jam terbang dengan berkali-kali melakukan kesalahan adalah salah satu kunci untuk mengetahui retail atau corporate

Salam sukses dunia akherat,

Share

Pengusaha penyu atau ayam..??

Pernah lihat ayam kalau bertelor..?? Pasti berisik sekali dan telor keluarnya juga cuma satu, kayaknya nggak sampai banyak banget telornya, tidak sebanding dengan suara berisiknya

Sekarang bandingkan dengan penyu, penyu kalau mau bertelor selalu milih malam hari, berjalan di kegelapan malam lalu mencangkul pasir untuk persiapan bertelor dan hasil telornya bisa banyak sekali untuk 1 ekor penyu

Perbandingan diatas akan sangat relevan bagi kawan-kawan pebisnis yang lebih sering “teriak” mengenai aktifitas bisnisnya padahal mungkin tidak sebanding hasilnya jika dibandingkan dengan “teriakan” yang dikeluarkan

Sangat banyak pebisnis yang bersikap seperti penyu. Diam dalam bertindak tetapi sekali “pukul” bisa ber-efek luar biasa

Orang seperti ini tidak banyak ditemukan lewat milis atau social media. Mereka lebih sering “menyendiri” dalam bergerak sambil melakukan hal-hal yang efektif

Setiap kegiatannya selalu terukur tidak asal-asalan

Mereka tidak akan sembarangan meng-iyakan jadwal pertemuan karena bagi mereka setiap jam nilanya jutaan rupiah

Mencari dan menemukan orang seperti penyu ini butuh seni tersendiri karena mereka hampir tidak ada di media dan saya sudah banyak bertemu dengan mereka

Selamat mencari….

Salam sukses dunia akherat,

Share