Salah satu materi pelajaran kelas XI di SMK adalah magang yang dilaksanakan selama 3 bulan lalu dilanjutkan dengan pembuatan laporan-laporan
Tetapi berdasar yang saya rasakan dari murid-murid saya yang magang dan juga anak SMK yang pernah magang di kantor saya, kelihatannya hasilnya kurang maksimal
Mereka kebanyakan magangnya adalah melakukan pekerjaan rutin seperti pegawai yang lainnya, sangat jarang yang membimbing mereka untuk bisa ber-wirausaha
Kalaupun ada pebisnis yang bisa membimbing itupun jumlahnya sangat sedikit dan belum tentu anak-anak magang itu mau diajari cara berbisnis karena berbisnis itu melelahkan (ini serius dan gak pakai tanda “”)
Saya ingat waktu dulu sekolah di surabaya sering disuruh beli bahan sepatu dan waktu itu malunya bukan main padahal sebetulnya juga harus malu sama siapa karena memang nggak ada yang kenal saya
Tetapi ternyata efeknya terasa setelah beberapa tahun kemudian, saya jadi berani ber-wirausaha walaupun dulu diajarinya juga tidak langsung oleh almarhum bapak saya
Untuk saat ini putra-putri saya (Galih dan Kayla) “dipaksa” harus ikut ngelapak karena saya percaya bahwa dengan ikut merasakan maka semua teori dagang akan langsung terserap secara otomatis
Hari ini galih saya “paksa” dari jam 6.30 pagi ikut jualan boneka di acara alumni SMA Boedi Oetomo di lapangan futsal di kelapa gading
Ini adalah hari kedua, untuk hari pertama galih tidak ikut karena badannya masuk angin
Acara jualan selesai pukul 17.00 tetapi saya harus melanjutkan ke Cibubur Junction untuk mengambil barang-barang yang dipakai bazar di sana selama 10 hari dan semua aktifitas ini berakhir sampai pukul 22.30 di rumah. Total hampir 17 jam aktifitas berjualan di luar
Selama seharian itu saya melihat raut muka galih sudah bete banget ngajak pulang karena acaranya membosankan bagi anak umur 10 tahun ditambah lagi disana tidak ada yang bisa dimainkan
Tetapi syukur masih bisa saya rayu dengan uang jajan biarpun harus over budget mengurangi margin penjualan
Saya yakin pelajaran tahan banting, tahan menghadapi tekanan, tahan mengatasi rasa jenuh akan lebih masuk di hati jika diajarkan secara langsung
Tanpa perlu memandang kelak di kemudian hari mau menjadi apa tetapi yang pasti pelajaran menghadapi berbagai macam situasi di alam nyata secara langsung pasti lebih “menancap” di alam pikiran anak-anak yang masih polos dibandingkan dengan anak-anak ABG yang lebih banyak lebay-nya di facebook
Bersyukurlah mereka yang sering ngelapak, bersyukurlah mereka yang mempunyai toko kios dll, bersyukurlah mereka yang sering melakukan aktifitas dagang bersama putra-putrinya karena dengan media itu maka materi wirausaha dan kemandirian bisa diajarkan sejak dini secara mudah
Salam sukses dunia akherat,